Rabu, Mei 16, 2012

.:Antara Ikhlas dan 'Paksaan' dalam Menghadapi Musibah:.

Hmm..setiap orang pasti pernah mendapatkan musibah, entah kecil-sedang-besar.. Datangnya selalu tak terduga dan kadang tidak kita harapkan namun nyata terjadi pada diri kita. Sulit untuk mengikhlaskan walaupun orang- orang sudah membantumenyemangati kita.. Today, i'll share an entry about it from the other blog.. Check this out guys..
 
Musibah merupakan bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Silih berganti datang, bagaikan sapuan kuas warna-warni yang mengisi lukisan kehidupan. Begitulah adanya musibah, dan begitulah sunnatullah yang berlaku, sebagaimana yang dinyatakan dalam firman-Nya:

 ”Sungguh, Kami pasti akan mengujimu dengan sebagian dari rasa takut, lapar, serta kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan..”(Al-Baqarah:155).
Musibah merupakan bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Silih berganti datang, bagaikan sapuan kuas warna-warni yang mengisi lukisan kehidupan. Begitulah adanya musibah, dan begitulah sunnatullah yang berlaku, sebagaimana yang dinyatakan dalam firman-Nya:

 ”Sungguh, Kami pasti akan mengujimu dengan sebagian dari rasa takut, lapar, serta kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan..”(Al-Baqarah:155).

Namun, bukanlah sikap yang bijak jika kita menyikapi setiap musibah yang datang dengan cara-cara jahiliyah, menangis meraung-raung, memaki diri dan orang lain, atau bahkan sumpah serapah yang tak sopan dan tak perlu. Sebab, semua itu tidak akan mengurangi kadar musibah, dan justru menambah berat beban perasaan kita sendiri. Apalagi jika disertai ‘tuduhan’ dan persangkaan buruk terhadap kehendak Allah.

Musibah juga kerap kali membuat seseorang begitu frustasi, seakan dunia sudah berakhir, dan tak jarang berakhir dengan usaha bunuh diri, wal iyadzu billah. Stres dan depresi yang melanda, jika tak diiringi benteng iman yang kokoh, memang bisa melahirkan atraksi bunuh diri. Beberapa artis barat, yang notabene berlimpah materi, berakhir mengenaskan seperti ini.

Sebagai seorang muslimah, yang merupakan taman tarbiyah bagi generasi penerus, sikap seperti itu tentunya perlu dibuang jauh-jauh dari kamus kehidupan. Maka, sabar menjadi perisai yang ampuh ketika menghadapi musibah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

”…Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (Sesungguhnya kita milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kita kembali). Mereka itulah yang rnmendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (Al-Baqarah: 155-157)

Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, seorang ulama yang karya-karyanya banyak berbicara masalah hati, membahas lebih jauh terapi penghilang duka lara dalam buku beliau. Buku rnyang oleh penerbit dan penerjemahnya diberi judul ‘Meredam Duka Saat Menghadapi Musibah‘ ini banyak memberikan kiat dan terapi agar kita terhibur dan tidak larut dalam kesedihan yang panjang.

Hal pertama yang patut kita sadari, sebagai terapi yang paling mujarab, adalah bahwa kita adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah, sebagaimana yang ditunjukkan dalam ayat di atas. Keyakinan tersebut mempunyai dua prinsip agung, yang jika seorang hamba benar-benar memahami kedua prinsip tersebut, maka ia akan terhibur dari musibah yang menimpanya. Ibnul Qoyyim menjabarkan  dua prinsip tersebut sebagai berikut,

Pertama, bahwa seorang hamba beserta keluarga dan hartanya benar-benar merupakan milik Allah subhanahu wa ta’ala. Milik Allah itu telah diserahkan kepada hamba sebagai pinjaman, maka jika Allah mengambil kembali pinjaman itu darinya, kedudukannya seperti pemberi pinjaman yang mengambil barang yang dipinjam. Keluarga dan hartanya itu selalu berada di antara dua ketiadaan, yaitu ketiadaan sebelumnya dan ketiadaan sesudahnya. Kepemilikan hamba terhadapnya hanyalah kesenangan yang dipinjamkan dalam jangka waktu sementara. Hamba bukanlah yang mengadakannya dari ketiadaan, sehingga tidak bisa menjadi pemiliknya secara hakiki. Hamba juga tidak bisa menjaganya dari berbagai bencana setelah ia ada. Juga tidak bisa mengekalkan keberadaannya.

Jadi, seorang hamba sama sekali tidak memiliki pengaruh terhadapnya, tidak memiliki secara hakiki. Bahkan, ia hanya dapat menggunakannya dalam batas wewenang seperti seorang budak yang diperintah dan dilarang, bukan sesuka hatinya seperti wewenang seorang pemilik. Karena itu, seorang hamba tidak boleh melakukan tindakan terhadapnya kecuali sesuai dengan perintah Pemilik yang hakiki.

Kedua, tempat kembali seorang hamba adalah Allah, tuannya yang sejati. Ia pasti meninggalkan dunia di belakangnya dan menghadap kepada Rabbnya seorang diri, sebagaimana ketika pertama kali ia diciptakan-Nya, tanpa ditemani oleh keluarga, harta, atau kerabat, melainkan hanya ditemani oleh amal kebajikan dan amal kejahatan. Bila demikian asal muasal seorang hamba, apa yang ditinggalkannya dan akhir hidupnya, bagaimana ia bisa bergembira dengan sesuatu yang ada atau berduka atas sesuatu yang tiada? Jadi, berpikir tentang asal muasal dan akhir kehidupan, merupakan terapi paling mujarab terhadap penyakit ini.

Pemahaman lain yang perlu kita yakini adalah bahwa apa pun yang ditakdirkan menimpa kita, tidak mungkin untuk dihindari, sebaliknya apa pun yang tidak ditakdirkan terluput dari kita, tidak mungkin menimpa kita. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

”Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Al-Hadid: 22-23).

Beliau, Ibnul Qoyyim, juga memberikan terapi dan kiat lainnya untuk meringankan dan menghilangkan duka akibat musibah yang menimpa. Beliau juga mengetengahkan teladan Rasulullah dalam menghadapi kesulitan, kecemasan, dan kesedihan.

Kapasitas penulisnya, membuat ukhti tidak perlu ragu lagi untuk memiliki atau paling tidak membaca buku yang diterbitkan oleh Penerbit Al-Qawam setebal 92 halaman ini. Buku ini cukup tipis, dan dapat dibawa ketika ukhti bepergian, tentu saja untuk dibaca, direnungkan, dan terutama diamalkan isinya.

Semoga bermanfaat.

Sumber : http://jilbab.or.id/archives/234-meredam-duka-saat-menghadapi-musibah/

Minggu, April 22, 2012

-Iklan 'Cantik'?-

     Iklan- iklan yang mengumbar perempuan- perempuan seksii dan cantik (putih) dengan pakaian seksi, *ooppss maaf maksudnya bajunya kurang sopan, saat ini buaanyaaak banget mengisi layar TV kita.. Ga' cuman jadi 'seru- seruan' aja dalam iklan, malahan dijadikan hadiah untuk suatu produk tetentu.. Yah walaupun bukan wanitanya yg langsung jd hadiah sihh, cuman saat pengiklanannya itu kesannya 'gimaaanaaa' gitu.. Ga' ilok kata orang Jawa bilang. Iklan tersebut membuat ide bahwa setiap promosi harus di'lengkapi' dengan perempuan- perempuan cantik yang identik dengan putih, semampai (*bukan semeter tak sampai lohh), seksi, waoooo..
     Padahal kalau kita backpackeran nih ke wilayah timur kita (*Papua dan sekitarnya) mereka itu cnatik lohh.. dengan mata yang indah, warna kulit yang eksotis, alami banget dahhh.. Pria ohh priaa,ckckck.. Mamak- mamak di Sumatera bahkan di Arab sono justru beranggapan bahwa big is beautifull ^^, yang cantik itu justru yg berbadan besar,hohoho...

     Usaha pemerintah, semacam RUU pornografi atau apalah yang lain namanya itu jadi ga' ada gunanya kalau iklan yang notabene sering muncul di TV berkali- kali telah me-mind set  masyarakat kayak gitu... Semuanya harus diperketat kembali mengenai iklan yang boleh muncul mana yang tidak, iklan yang hanya boleh tayang pada jam- jam tertentu saja, dan lain sebagainya..

     Misalnya saja iklan pemutih wajah yang ada adegan berpacaran, atau ada adegan yang nyaris berciuman.. Itu g' layak buat dilihat anak kecil, apalagi tayang berkali- kali diwaktu pagi,siang, dan sore hari yang notabene anak- anak masih aktif (*tidak sedang tidur malam). Kita sebagai perempuan harus ditinggikan, #eaaaa,, Jangan mau direndahkan dengan cara- cara globalisasi seperti iklan 'cantik' seperti itu.. Padahal jaman udah maju, tapi teknologi "kurang" dimanfaatkan untuk menghargai wanita.. Mana yang katanya emansipasi dan Penghormatan terhadap wanita???
     Perempuan, sedikit mengutip dari hasi Launching Forum Perempuan IPB 2012, perempuan berasal dari kata dasar "empu" yang berarti ahli... Wihhh, subhanallah sekali lohhh yaaa... Kita adalah seorang lagi.. Ingatkah juga kita bahwa perempuan adalah tiang negara, bila perempaun di negara tersebut baik, maka baiklah negara ini. Ada pepatah lain yang mengatakan bahwa,
"Apabila kamu mendidik seorang pria, kamu hanya mendidik satu orang saja. Namun jika kamu benar dalam mendidik seorang wanita, maka sama halnya kamu mendidik beberapa generasi "

Mari Menjaga Diri dan Tingkatkan Diri Untuk Kebaikan Keluarga, (calon) Suami, Anak, bahkan Negara.. Jiayo Perempuan Indonesia!!

Dedikasi untuk hari Kartini, Sang Ibu Penerang Jiwa

Rabu, Maret 07, 2012

.:Maklumat warga Babakan:.

     Iseng-iseng ane berselancar,emmm guling-guling lebih tepatnya, di internet ane nemu tulisan bagus yang udah lamaaaa bgt.. tahun 2009an lah..(*g terlalu lama jg c)..di blog yang mau dijadiin blog se-IPB ini udah ada sejak jaman 2007an lalu..Penting  untuk diketahui setiap civitas akademika maupun warga yang bersangkut baik beginning maupun endingnya tinggal di sekitar kampus.. Apa itu?? Berikut copas-annya dari http://bloggeripb.wordpress.com/2009/01/15/maklumat-warga-babakan/#more-504

Dengan melihat kondisi kehidupan masyarakat dan mahasiswa yang semakin memprihatinkan dan sangat jauh dari nilai-nilai etika dan masyarakat, yang ditandai dengan timbulnya PEKAT (penyakit masyarakat) yang terdiri dari aktivitas perjudian di tengah-tengah masyarakat, serta berbagai pelanggaran lainnya, maka Pemerintah Desa Babakan bersama-sama masyarakat menetapkan beberapa aturan yang WAJIB dipatuhi oleh seluruh warga masyarakat Desa Babakan dan mahasiswa yang tinggal di wilayah desa Babakan sebagai berikut:
Aktivitas yang mendekati TINDAKAN ASUSILA
  1. Dilarang berdua-duaan antara pria dan wanita yang belum menikah dan tidak mempunyai hubungan saudara dengan menampakkan kemesraan dan tindakan-tindakan lain yang bertentangan dengan norma, moral dan etika masyarakat
  2. Dilarang memasukan tamu lawan jenis kedalam rumah kost, kecuali ada hubungan keluarga. Tamu lawan jenis diperbolehkan masuk ke dalam rumah kost jika didampingi oleh saudara atau keluarganya.
  3. Dilarang menggunakan busana yang terbuka dan tidak sopan seperti mengenakan pakaian yang terlalu ketat dan transparan
SANKSI YANG AKAN DIBERIKAN
  1. Teguran. Teguran dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa untuk dilaporkan ke pihak aparat yang berwenang (RT, RW, Desa dan IPB).
  2. Pengusiran. Apabila sanksi teguran tidak diindahkan, pihak berwenang berhak melakukan tindakan pengusiran tanpa ganti rugi dari pemilik kost serta tindakan tegas lainnya sesuai dengan hasil sidang yang diputuskan oleh pihak desa dan IPB
Aktivitas yang berkaitan dengan PORNOGRAFI
  1. Dilarang menjual, menyawakan dan menonton VCD porno serta sesuatu yang menjurus kearah pornografi
  2. Warnet dilarang menjadi media bagi pelanggan untuk membuka situs-situs porno
SANKSI YANG AKAN DIBERIKAN
  1. Masyarakat dan pihak yang berwenang berhak untuk menangkap semua penjual dan penyewa VCD porno untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku
  2. Masyarakat dan mahasiswa memberikan teguran kepada penjual, pembeli, penyewa dan penonton VCD porno. Jika teguran tidak diindahkan maka sanksi selanjutnya diikuti dengan pelaporan dan penangkapan oleh masyarakat untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku
  3. Masyarakat dan pihak yang berwenang berhak untuk menutup izin usaha warnet yang menjadi media bagi pelanggan untuk membuka situs-situs porno
Aktivitas yang berkaitan dengan PERJUDIAN, MINUMAN KERAS dan NARKOBA
  1. Dilarang memperjualbelikan MINUMAN KERAS, JUDI TOGEL, dan NARKOBA
  2. Dilarang meminum MINUMAN KERAS, melakukan praktek PERJUDIAN, memakai dan mengkonsumsi NARKOBA
SANKSI YANG AKAN DIBERIKAN
  1. Masyarakat dan pihak yang berwenang berhak untuk menangkap semua peminum MINUMAN KERAS, pelaku PERJUDIAN, pemakai dan pengedar NARKOBA untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku
  2. Masyarakat dan pihak yang berwenang berhak untuk menutup tempat yang memperjualbelikan MINUMAN KERAS, JUDI TOGEL, dan NARKOBA. Pelaku akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Ketua DPD Babakan


Kepala Desa Babakan
Presiden Mahasiswa KM IPB
Direktur Kemahasiswaan IPB
Ir. H. Abidin Said
Yayat Supriatna
Suranto Wahyu Widodo
Dr. Rimbawan
 
Cafe of life Blogger Template by Ipietoon Blogger Template